Archive for the ‘berita’ Category

http://bpsdm.dephub.go.id/Pengumuman/749-penerimaan-taruna-baru-sipencatar-bpsdm-perhubungan-tahun-akademik-2014

http://bpsdm.dephub.go.id/files/uploaded/post/attachment/749/PENGUMUMAN%20SIPENCATAR%202014.pdf

Tingkat Sarjana Lokasi ATKP Medan
Informasi Kelulusan Seleksi Administrasi diklik di sini

Pengambilan KArtu Ujian dan Tempat Ujian dapat diklik di sini

serta dapat juga diklik di sini

atau juga dapat diklik di sini

Tingkat Diploma III Ke bawah Lokasi ATKP Medan
Untuk Diploma III Ke bawah lokasi Medan diklik di sini

Tingkat Diploma III Ke bawah Lokasi Adbandara Polonia Medan
Untuk Diploma III Ke bawah lokasi Adbandara Polonia Medan diklik di sini

Dalam rangka persiapan penyelenggaraan Diploma III Penilik Lalu Lintas Udara di ATKP Medan tahun ini, telah diadakan ATC Instructor Coaching dengan moderator Mr. Aminarno Budi Pradana. Adapun pesertanya berasal dari ATKP Medan dan ATC-er Bandara Polonia Medan.

coaching500
(lebih…)

HOT INFO    untuk hasil seleksi akademik klik di http://julfan.wordpress.com/2009/06/30/pengumuman-hasil-seleksi-akademik-sipencatar-dephub-2009/

P E N G U M U M A N

Nomor : DL.107/D.96/II/Diklat-09
TENTANG

PENERIMAAN TARUNA BARU PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PERHUBUNGAN

TAHUN AKADEMIK 2009

Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan pada Tahun Akademik 2009 Menerima para pemuda/pemudi Warga Negara Indonesia untuk didik menjadi Taruna/ Taruni Diklat Perhubungan dalam berbagai program sebagai berikut :

Untuk Informasi Selengkapnya klik di sini

(Jakarta, 17/12 /08)   Sekitar 70 persen meteri UU Penerbangan yang baru disahkan dengan DPR RI (17/12) mengatur dan berorientasi tentang keselamatan (safety) dan keamanan Penerbangan. Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Perhubungan Udara, Dephub  Budhi Mulyawan Suyitno, yang lebih lanjut menjelaskan bahwa pengaturan masalah keselamatan di dalam UU Penerbangan tersebut merupakan   hasil adopsi  “Cape Town Convention”.

Dominannya pengaturan masalah keselamatan dalam UU Penerbangan yang baru ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah RI dalam dalam hal penegakan keselamatan penerbangan. Diharapkan hal ini sekaligus dapat menjawab keraguan pihak tertentu seperti  Masyarakat Uni Eropa (EU) tentang  komitemen regulator di Indonesia dalam hal pengaturan keselamatan penerbangan.

Selain masalah keselamatan secara  kelembagaan  UU  yang baru  itu  juga  mengatur  secara  tegas  soal  Pendapatan Negara  Bukan  Pajak  (PNBP)  yang selama  ini dikelola  oleh  masing-masing   pengelola  bandara  (Angkasa  Pura  I  dan II  maupun Unit Pelaksana  Tehnik (UPT). Menurut Budhi, dana  PNBP  itu  akan  dikelola  secara  profesional  untuk  kepentingan keselamatan  penerbangan.   Sementara itu, untuk  bandara  perintis,  akan  dikelola  langsung  regulator   melalui  pembentukan  lembaga   baru  seperti   Badan  Layanan Umum  (BLU).

BLU  yang   telah dipayungi  UU Penerbangan  itu  akan  berdiri  independen   termasuk  soal pengelolaan  perijinan  pengoperasian  pesawat  yang selama  ini ditangani  Direktorat Sertifikasi dan Kelaikan Udara,  kini bernama Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKU&PPU).  “Seluruh  biaya  yang  dipungut   dari   maskapai penerbangan  untuk pengurusan  ijin  akan  langsung dimasukan  dalam  PNBP,” katanya.

Oleh karena itu, Budhi mengharapkan, pengawasan yang ketat  dan  payung  hukum  yang jelas  itu  pada  akhirnya  bukan  saja  membangun  satu industri penerbangan  yang  disegani  dan dihormati  di dunia  internasional  tapi  juga  melindungi  masyarakat, khususnya para  pemakai  jasa.  “Karena  itu, maskapai penerbangan  bukan hanya  bisa  mendirikan perusahaan, tapi juga siap  modal  dan  manajemen  yang handal,  sehingga  mampu bersaing  dan  dapat  memberikan pelayanan  maksimal,”  katanya.

Peluang Merger
Budhi juga merinci, pasal 118 UU penerbangan memang secara tegas dikatakan seluruh maskapai penerbangan yang baru  maupun  lama,  minimal  menguasai  10  unit  pesawat.  Diantaranya,  lima  unit pesawat  langsung  dimiliki  dan lima  lainnya  dikuasai (sewa).

Oleh karenanya, maskapai penerbangan yang sudah  mendapatkan ijin  tapi  belum juga  beroperasi karena  terbatasnya  modal  dianjurkan  segera  merger  dengan  mitranya. “Daripada  nanti tidak  memenuhi  persyaratan sesuai peraturan yang berlaku  dan  SIUP-nya  dicabut,  akan lebih  baik mereka  merger,” tegas  Budhi.

Selain itu, kata  Budhi, nantinya  seluruh   SDM  yang  memiliki  posisi  strategis  di perusahaan   penerbangan  itu  wajib  memiliki  sertifikasi  dari  berbagai keahlian.  “Ini merupaakan salah satu  bentuk  pengawasan  dan  untuk melindungi  konsumen,” katanya. (ES)

breaking_news_animasi

Untuk Pengumuman Akhir tingkat Sarjana klik di sini atau di http://julfan.wordpress.com/2008/11/29/pengumuman-akhir-tingkat-sarjana-penerimaan-cpns-dephub-tahun-2008/

KELULUSAN SELEKSI TERTULIS PENGADAAN CPNS DEPARTEMEN PERHUBUNGAN TAHUN 2008

KUALIFIKASI PENDIDIKAN TINGKAT SARJANA (D.IV, S-1, S-2)

PADA 5 KOTA (JAKARTA, SEMARANG, SURABAYA, MEDAN DAN MAKASSAR)

1. 1. Berdasarkan hasil pengolahan Lembar Jawaban Komputer peserta Seleksi Tertulis Pengadaan CPNS Departemen Perhubungan Tahun 2008, maka telah ditetapkan kelulusan seleksi tertulis;

<2. Bagi yang dinyatakan Lulus Seleksi Tertulis berhak untuk mengikuti seleksi lanjutan berupa Seleksi Keahlian dan Keterampilan (psikotest) dan wawancara yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 November 2008 untuk lokasi Jakarta dan pada tanggal 18 November 2008 untuk lokasi Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar;

<3. Pada saat Seleksi Keahlian Dan Keterampilan peserta diwajibkan membawa :

A. TANDA PESERTA SELEKSI (TPS) / KARTU UJIAN ASLI

B. IJAZAH ASLI / LEGALISIR ASLI

C. PAPAN ALAS TULIS

D. PENSIL HB

E. PENSIL 2B

Untuk Informasi lebih lengkap klik di pengumumanhasilseleksitertulis

atau di sini

Semoga Anda beruntung dan dipermudah dalam mengikuti tahapan ujian berikutnya.

Sudah lebih dari seminggu Blog ini tidak tersentuh, bukannya sudah bosan melainkan karena banyaknya kesibukan yang menghinggapi  saya. Apalagi dalam minggu ini Faruq (anak pertama saya) mendadak sakit dan terpaksa kami “pindah” ke rumah sakit selama tiga hari. Sehingga aktivitas semakin padat, seperti  “seterika”, kantor-rumah-rumah sakit, begitulah seterusnya. Capek, badan lemah, mengantuk selalu menemani kami.

Ternyata, Pertolongan itu selalu datang dari mana saja. Ibu saya (nenek Faruq) datang dari kampung sehingga bunda faruq ada yang menemaninya.

Biaya perobatan selama di rumah sakit tersebut (RSIM) ternyata ditanggung oleh ASKES, kami hanya menambah sebesar Rp 57.000,- Tiada kata yang terucap selain “ Alhamdulillah”. Ternyata semua ini adalah pertolongan dari-Nya.

Ya Allah, di saat kami susah, Engkau selalu mengingat kami. Padahal kami selalu lalai dalam mengingat-MU.

Hari ini Faruq sudah kembali ke rumah dan sudah mulai membaik.

Para pembaca yang budiman, doakan Faruq agar lekas sembuh dan kembali ke sekolah lagi. Maafkan jika banyak surat ataupun komentar yang tidak dapat dilayani.

Sekali lagi, Terima kasih atas dukungannya selama ini.