Archive for the ‘Cerita’ Category

قَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ١ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي صَلَاتِهِمۡ خَٰشِعُونَ ٢ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَنِ ٱللَّغۡوِ مُعۡرِضُونَ ٣ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِلزَّكَوٰةِ فَٰعِلُونَ ٤ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَٰفِظُونَ ٥ إِلَّا عَلَىٰٓ أَزۡوَٰجِهِمۡ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ فَإِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُومِينَ ٦ فَمَنِ ٱبۡتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡعَادُونَ ٧ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِأَمَٰنَٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَٰعُونَ ٨ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمۡ يُحَافِظُونَ ٩ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡوَٰرِثُونَ ١٠ ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلۡفِرۡدَوۡسَ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ١١
1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman
2. (yaitu) orang-orang yang khusyu´ dalam sembahyangnya
3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna
4. dan orang-orang yang menunaikan zakat
5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya
6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela
7. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas
8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya
9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya
10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi
11. (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya

Pada hari sabtu yang lalu, tepatnya tanggal 16 Mei 2009, sekolah Faruq (TK Bunayya 1) mengadakan kegiatan Outbond Bumi Perkemahan Sibolangit.

Berikut ini dokumentasinya

16-05-09_1155Faruq bersama bu guru

nih video faruq berjalan

16-05-09_1204jaring laba-laba, “sempit”

(lebih…)

Sudah lebih dari seminggu Blog ini tidak tersentuh, bukannya sudah bosan melainkan karena banyaknya kesibukan yang menghinggapi  saya. Apalagi dalam minggu ini Faruq (anak pertama saya) mendadak sakit dan terpaksa kami “pindah” ke rumah sakit selama tiga hari. Sehingga aktivitas semakin padat, seperti  “seterika”, kantor-rumah-rumah sakit, begitulah seterusnya. Capek, badan lemah, mengantuk selalu menemani kami.

Ternyata, Pertolongan itu selalu datang dari mana saja. Ibu saya (nenek Faruq) datang dari kampung sehingga bunda faruq ada yang menemaninya.

Biaya perobatan selama di rumah sakit tersebut (RSIM) ternyata ditanggung oleh ASKES, kami hanya menambah sebesar Rp 57.000,- Tiada kata yang terucap selain “ Alhamdulillah”. Ternyata semua ini adalah pertolongan dari-Nya.

Ya Allah, di saat kami susah, Engkau selalu mengingat kami. Padahal kami selalu lalai dalam mengingat-MU.

Hari ini Faruq sudah kembali ke rumah dan sudah mulai membaik.

Para pembaca yang budiman, doakan Faruq agar lekas sembuh dan kembali ke sekolah lagi. Maafkan jika banyak surat ataupun komentar yang tidak dapat dilayani.

Sekali lagi, Terima kasih atas dukungannya selama ini.

air terjun

Tak terasa sudah lebih dari 2 minggu Blog ini tak tersentuh, tak tahu kenapa. Saya memang sering online namun tidak ada keinginan untuk mengupdate blog ini.

Adapun Tulisan ini muncul tanpa sengaja, dan judulnya juga merupakan kalimat yang diucapkan oleh teman saya ketika chatting. Karena sebelumnya, saya tak mempunyai ide untuk menulis. Hal ini disampaikannya pada hari ini karena beliau menyaksikan blog ini sudah lama tidak diupdate. Wah, ternyata beliau selalu memantau perkembangan blog ini (Jadi malu nih). Tiada kata yang lebih lebih pantas selain “Alhamdulillah”, karena masih ada orang yang melihat blog ini padahal saya sendiri sudah lama tidak membuat postingan di blog ini.

Apa yang beliau sampaikan merupakan masukan dan pembelajaran buat saya. Bahwa di manapun kita dapat berbagi. Beberapa minggu yang lalu, beliau juga pernah mengatakan bahwa beliau telah mengajarkan bagaimana cara membuat status Yahoo Messanger di Blog, dan berterima kasih karena dahulu bahwa sayalah yang telah mengajarkannya. Saya katakan kepadanya bahwa saya telah belajar dari orang lain juga melalui membaca dari blog orang lain. Seperti MLM aja (berantai).

Subhanallah, betapa besar pahala yang didapatkan orang yang pertama kali membuat dan mengajarkan ilmu tersebut, saya jadi iri.

(lebih…)

Pagi ini saya lelah sekali. Mungkin karena kegiatan kemarin yang sangat padat. Pulang ke rumah  jam 21.00. Dilanjutkan dengan baca buku sampai dengan jam 23.00. Sungguh melelahkan, Mudah-mudahan ini menjadi ibadah, sebagai modal untuk bertemu dengan Rabbi.   

Saya mencoba membuka wordpress,  melihat postingan-postingan yang teratas. Ternyata hampir semua tulisan membahas tentang fitna. Ternyata fitna itu betul-betul fenomena dan bisa dikatakan menjadi fitnah. Fitnah terhadap keimanan kita akan indahnya Islam itu.

Saya tak habis fikir, mengapa kita terlalu pusing dengan fitna itu. Biarlah mereka dengan asumsi mereka terhadap Islam. Yang penting bagaimana keyakinan kita terhadap Islam itu sendiri. Bagaimanapun pandangan mereka tentang Islam tentu berbeda dengan kita. Allah sudah memastikannya dalam Al-Qurán. Lebih baik energi yang ada kita gunakan untuk yang lain.

Saya jadi teringat dengan tokoh Fahri (dalam novel ayat-ayat cinta), yang baru saja selesai saya baca dalam waktu 3 hari. Bisa jadi tokoh ini adalah fiktif, namun beliau menggambarkan Islam itu dengan sangat indah. Di saat orang-orang di metro itu berlaku kasar terhadap seorang wanita non Islam, justru beliau berbeda pendapat dengan mereka. Dan ternyata, dengan penjelasan dan tingkah laku Fahri, di akhir cerita tokoh yang bernama alicia itu menjadi Muslimah sejati.

Kepada teman-teman, mungkin tulisan ini bertentangan dengan anda, ini adalah isi hati saya. Kepada Allah saya mohon ampunan.  

Ya Rabb Kami, berilah ampunan kepada kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.

Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(Qs al-Hasyr/59:10)

Sumber : KotaMedan.com Group di Yahoo group.

Alkisah seorang Juragan Garam terkaya di Madura ingin melihat Ibukota Jakarta. Ia memutuskan untuk pergi ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Terbang. Setelah tiket berada ditangan dia langsung menuju pesawat dan langsung duduk di Business Class. Tidak lama berselang, seorang businessman naik pesawat dan mendapati kursinya telah diduduki oleh penumpang lain, maka terjadilah dialog seperti berikut:

Businessman: Ma’af pak, ini tempat duduk saya.
Madura: Sampeyan siapa (tanya Madura kepada Businessman)
Businessman: Saya penumpang.
Madura: Lho sesama penumpang kok ser-ngoser. Itu kan
masih banyak kursi yang lain. Sampeyan duduk saja disana.

Karena tidak ingin terjadi keributan maka si Businessman menemui Pramugari dan mengadukan hal
tersebut. Dan setelah mengecek tiket milik
Businessman, si Pramugari menghampiri si Madura.

Pramugari: Ma’af pak, Bapak tidak boleh duduk di sini.
Tempat Bapak dibagian lain.
Madura: Sampeyan siapa (tanya Madura kepada Pramugari)
Pramugari: Saya Pramugari
Madura: Apa itu Pramugari saya ndak tahu, apa kerjaan sampeyan?
Pramugari: Saya bertugas melayani Bapak.
Madura: Lho sampeyan tugasnya melayani saya kok
ser-ngoser. Saya ndak mau! hardik si Madura)

Karena kehabisan akal si Pramugari menjumpai Kapten dan mohon bantuan atas perihal tersebut. Kaptenpun mendatangi siMadura.

Kapten: Ma’af pak, tempat duduk ini milik Bapak yang
itu, jadi Bapak harus duduk di tempat lain.
Madura: Sampeyan siapa (tanya si Madura kesal)
Kapten: Saya pilot.
Madura: Apa itu pilot, apa kerja sampeyan.
Kapten: Saya yang nyopir pesawat ini.
Madura: Saya naik bis nda pernah di-ser-oser sama
sopir. Pokoknyasaya mau duduk di sini.

Akhirnya semua kehabisan akal dengan ulah si Madura. Tapi untunglah penumpang terakhir yang baru naik adalah mBok Bariyah. Langsung saja Pramugari menceritakan hal tersebut dan minta pertolongan kepada mBok Bariyah untuk berbicara kepada si Madura.

Pramugari: Eh, mBok Bariyah, Selamat Siang mBok, tolong saya ya, ada penumpang yang bikin repot nih.
MBok Bariyah: Penumpang yang mannah.
Pramugari: Itu, Bapak yang dari Madura itu, harusnya
duduk di Kelas Ekonomi tapi dia terlanjur duduk ditempatnya Bapak ini.
MBok Bariyah: Oooh, gampang itu, serahkan saja ambek saya, pokoknya ditanggung bes rebes.

Serta merta MBok Bariyahmenghampiri Bapak Madura.

MBok Bariyah: He… he… he, pak sampeyan mau ke mana?
Madura: Oh, saya entar ka nJakarta.
MBok Bariyah: Lho… sampeyan salah pak, tempat duduk ini untuk tujuan Medan kalau ke Jakarta tempatnya di sana, disebelah belakang. Itu tempat sampeyan masih kosong.
Madura: Oh… iya…, ini untuk yang mau ke Medan ya…terema. ..Terema Kasih, ya Bik…

Sumber : KotaMedan.com Group di Yahoo group.

Cerita ini hanya lelucon, jangan dihubungkan dengan SARA.