Arsip untuk ‘Indonesia’ Kategori

قَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ١ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي صَلَاتِهِمۡ خَٰشِعُونَ ٢ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَنِ ٱللَّغۡوِ مُعۡرِضُونَ ٣ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِلزَّكَوٰةِ فَٰعِلُونَ ٤ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَٰفِظُونَ ٥ إِلَّا عَلَىٰٓ أَزۡوَٰجِهِمۡ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ فَإِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُومِينَ ٦ فَمَنِ ٱبۡتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡعَادُونَ ٧ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِأَمَٰنَٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَٰعُونَ ٨ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمۡ يُحَافِظُونَ ٩ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡوَٰرِثُونَ ١٠ ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلۡفِرۡدَوۡسَ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ١١
1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman
2. (yaitu) orang-orang yang khusyu´ dalam sembahyangnya
3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna
4. dan orang-orang yang menunaikan zakat
5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya
6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela
7. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas
8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya
9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya
10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi
11. (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya

http://bpsdm.dephub.go.id/Pengumuman/749-penerimaan-taruna-baru-sipencatar-bpsdm-perhubungan-tahun-akademik-2014

http://bpsdm.dephub.go.id/files/uploaded/post/attachment/749/PENGUMUMAN%20SIPENCATAR%202014.pdf

sumber : http://gatotpujonugroho.com/gubsu-tantang-atkp-segera-buka-sekolah-pilot-2/

AUDIENDI-ATKP-MEDAN-3-940x500

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho ST MSi mendukung penuh rencana Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Medan untuk membuka pendidikan dan latihan (Diklat) Penerbang atau sekolah Pilot di Medan Sumatera Utara. Bahkan Gubsu menantang pada tahun ajaran 2015 depan, anak-anak muda Sumut sudah bisa masuk sekolah pilot ATKP Medan.
Hal ini terungkap dalam audiensi rombongan ATKP Medan yang dipimpin Direktur ATKP Medan Asri Santosa ST Ssit MT, Rabu (19/2) di Ruang Kerja Gubsu Lantai 10 Kantor Gubsu, Medan. “Memang ini telah lama saya inginkan, apalagi Bandara Kuala Namu telah beroperasi jadi Bandara Polonia bisa dimanfaatkan untuk pendidikan,” ujar Gubsu bersemangat.
Gubsu meminta rencana tersebut secepatnya direalisasikan sehingga pelajar Sumut yang berprestasi dan bercita-cita menjadi pilot dapat memanfaatkan peluang tersebut. “Kalau bisa tahun ajaran baru tahun 2015 sudah bisa direalisasikan,” tantang Gubsu
.
Gubsu mengakui bahwa dirinya sudah pernah membicarakan hal tersebut dengan Danlanud Medan. Usulan dari ATKP Medan tersebut selaras dengan keinginannya agar di Sumut punya sekolah penerbangan. “Tolong pak Asisten dan pak Kadis Perhubungan supaya membicarakan lebih teknis kepada pak Danlanud, segera secepatnya bisa direalisasikan,” perintah Gubsu kepada Asisten III Arsyad Lubis dan Kadishub Provsu Antony Siahaan yang saat itu mendampingi.
Gubsu meminta segera digelar rapat koordinasi bersama TNI AU guna merealisasikan rencana tersebut. “kita buat saja rapatnya di ruang eks VIP Bandara Polonia,” ujar Gubsu.
ATKP Medan berencana membuka pendidikan dan latihan bagi para calon penerbang yanag nantinya menjadi satu-satunya sekolah pilot di kawasan Sumbagut. Apalagi, menurut Direktur ATKP Medan bahwa tingginya permintaan akan tenaga penerbang dari maskapai penerbangan nasional membuat pihaknya berambisi besar membuka jurusan pilot di akademi yang dipimpinnya. Untuk itu, pihaknya terlebih dahulu meminta izin ke Gubernur sebagai dan berharap mendapat arahan yang tepat untuk rencana tersebut.
“Kalau diizinkan kami minta izin ke pak Gubsu sebagai kepala teritorial untuk membuka jurusan penerbang atau pilot,” ujarnya. ATKP, lanjutnya merencanakan akan memulai penerimaan siswa penerbang pada tahun 2015 sebanyak 10 siswa dan meningkat pada tahun 2019 sebanyak 60 siswa. Jadi kedepannya ATKP Medan berencana dapat meluluskan maksimal 200 pilot pertahun.
Untuk sarana dan prasarana ATKP Medan nantinya akan menempatkan Polonia sebagai tempat latihan lokal (touch and go) pemenuhan Flop Taruna penerbang, hanggar Brieffing room dan lainnya. Sementara saat ini sudah memiliki 3 orang instruktur dari ATKP Medan. Sedangkan untuk pesawat pihaknya mendapat hibah dari STPI. Sedangkan pengadaan pesawat latih dengan menyewa dari pihak ke-3.
ATKP Medan yang beralamat di Jalan Penerbangan No. 85 Jamin Ginting Km 8,5 Padang Bulan, Medan berdiri sejak Tahun 1989 yang dulunya masih bernama balai dan pada tanggal 2r Oktober 2002 menjadi ATKP Medan yang memiliki 3 jurusan yakni Penilik Lalu Lintas Udara (PLLU), Teknik Navigasi Udara (TNU) dan Teknik Listrik Bandara (TLB). Hadir menyertai Asri Sentosa, Pembantu Direktur (Pudir I) Sunardi, ST, MPd, Pudir II Dadang Kusyadi dan Pudir III M Amril Siregar.(#)

TAJARRUD

Pendahuluan.

Allah SWT memuji kaum muhajirin dan kaum anshor dengan kalimat radhi Allahu ‘anhum wa radhu ‘anhu (Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah) Q 9:100. Inilah puncak dari segala pujian dari Sang Pencipta kepada hamba-hambanya, ketika Dia meridhai semua yang telah mereka lakukan.

Apa yang menjadikan Allah SWT ridha kepada mereka?

Dalam Q 8:74 Allah menggambarkan karakteristik mereka. “Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia.

” Beriman, berhijrah, berjihad di satu sisi dan memberi tempat kediaman dan pertolongan di sisi lainnya. Mereka menikmati perjuangan dan pengorbanan hidup demi kejayaan dakwah Islam. Totalitas dakwah – tajarrud.

Sebelum kita membahas mengenai Tajarrud, mari kita perhatikan 2 ayat berikut ini :

“Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tak ada sekutu bagi Nya dan begitulah aku (Muhammad) diperintah. Aku adalah orang muslim pertama.” (Al-An’aam: 162-163).

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar mencintai Allah) ikutlah aku, niscaya Allah swt. mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu,”Allah SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS.Ali Imran, 2:31).

Yang menjadi pertanyaan, apakah kita sudah sesuai dengan 2 ayat di atas, dan apa yang harus kita lakukan?

Defenisi

1. Menurut Bahasa.

Lafal “Al Juradah” artinya sesuatu yang dikelupas dari sesuatu yang lain.

Lafal “At-Tajrid” artinya melepaskan pakaian.

Lafal “At-Tajarrud” artinya bertelanjang. Sedang Lafal “Tajarrud lil Amri” artinya bersungguh-sungguh pada suatu    urusan.

2. Menurut Syariat

Menurut Imam Hasan Al Banna : “Engkau harus tulus pada fikrahmu dan membersihkannya dari prinsip-prinsip lain serta pengaruh orang lain. Sebab ia adalah setinggi-tinggi dan selengkap-lengkap fikrah”.

Tajarrud, menurut Al-Fadhil Ustaz Fathi Yakan di dalam karangannya “Ma Za Ya’ni Intima’ Lil Islam” : “Tajarrud bermakna saudara mestilah ikhlas terhadap fikrah yang saudara dukung”.

(Mahfuz Sidik) : “Adalah totalitas dan kesinambungan amal jihadi yang kita lakukan sehingga Allah meringankan dakwah ini, dan hingga kita berjumpa dengan Nya kelak. Bagi kader yang sudah menikah, tajarrud adalah melibatkan keluarga dalam dakwah dan jihad. Bukan meninggalkan mereka, sehingga terabaikan hak-haknya”.

Jadi secara umum Tajarrud adalah : “ Mengkhususkan diri untuk Allah swt dan berlepas diri dari segala sesuatu selain Allah. Yakni menjadikan gerak dan diam serta yang rahasia dan yang terang-terangan untuk Allah swt semata, tidak tercampuri oleh keinginan jiwa, hawa nafsu, undang-undang, kedudukan, dan kekuasaan”.

Pembahasan.

Ketika kita menyeru (mendakwahkan) Islam kepada manusia, kita menyeru semata-mata hanya demi Allah swt. bukan untuk kelompok semata, organisasi atau partai. Kita menginginkan umat untuk membawa pemikiran dan ide-ide Islam. Kelompok hanya sebagai sarana bukan tujuan. Oleh karena itu kita tidak seharusnya menyeru umat hanya demi kelompok yaitu dengan mengajak mereka untuk bergabung dengan kelompok kita.

Ada kekeliruan persepsi mengenai makna totalitas dakwah (tajarrud) ini, dimana kader dakwah harus meninggalkan semuanya untuk dakwah. Padahal pengertian yang tepat adalah ketulusan pengabdian kader dakwah untuk membawa semuanya demi kejayaan dakwah. Misalnya ketika kemampuan dan kecenderungan seorang kader adalah analysis, synthesis, dan evaluasi bidang ekonomi, maka kader tsb tidak diminta meninggalkan itu semua dan masuk fakultas syariah sehingga bisa mengajarkan Islam. Tapi yang diinginkan adalah bagaimana caranya agar kemampuan dan kecenderungan tsb dapat dimanfaatkan se-optimal mungkin demi kejayaan dakwah.

Pada masa Rasulullah SAW, ketika sedang marak-maraknya berbagai pertempuran, banyak kader yang ingin terjun dalam jihad qital ini, termasuk Zaid bin Tsabit. Pemuda kecil ini ketika diuji kekuatan fisiknya, gagal, sehingga ia kecewa sekali. Seolah ia tidak mampu memberikan kontribusi apa-apa demi kejayaan dakwah Islam. Pada kesempatan test berikutnya, ia coba lagi. Namun gagal lagi. Pada saat kekecewaannya memuncak, Rasulullah SAW menganjurkannya untuk mempelajari bahasa. Ternyata disitulah bakatnya, disitulah competitive advantage-nya sampai ia diangkat menjadi sekretaris Rasulullah SAW. Disitulah ia menemukan jati dirinya karena bisa membawa semua kemampuannya demi kejayaan dakwah meskipun bukan melalui sisi yang populer. Dan masih banyak contoh lagi.

Kesimpulannya, ketika kita memiliki sifat tajarrud, tanda-tandanya adalah :

Tulus dan Ikhlas dalam dakwah.

Selalu menilai orang lain, organisasi, dan segala sesuatu dengan timbangan dakwah (melakukan sesuatu sesuai dengan kapasitas). Konsep Pemikiran Ikhwan Hal 190.

Mempersembahkan jiwa dengan mudah (tanpa rasa takut) di jalan Allah.

Orang yang menegakkan Islam Di dalam hatinya.

Selalu Tawakkal secara mutlak kepada Allah.

dan, Apakah kita sudah memiliki sifat Tajarrud?

disusun dari berbagai sumber….



Tingkat Sarjana Lokasi ATKP Medan
Informasi Kelulusan Seleksi Administrasi diklik di sini

Pengambilan KArtu Ujian dan Tempat Ujian dapat diklik di sini

serta dapat juga diklik di sini

atau juga dapat diklik di sini

Tingkat Diploma III Ke bawah Lokasi ATKP Medan
Untuk Diploma III Ke bawah lokasi Medan diklik di sini

Tingkat Diploma III Ke bawah Lokasi Adbandara Polonia Medan
Untuk Diploma III Ke bawah lokasi Adbandara Polonia Medan diklik di sini

Beberapa   hari yang lalu, Seperti  yang   telah  saya  tuliskan di facebook : http://www.facebook.com/julfansyah.margolang bahwa saya melaksanakan perjalanan dinas ke banda Aceh. Catatan ini adalah sebagian dari kegiatan yang berhasil direkam.

Alhamdulillah semuanya telah berhasil dilalui dengan baik. Perjalanan menuju ke sana dengan menggunakan jasa transportasi udara (salah satu maskapai penerbangan nasional). Pesawat tersebut melakukan tugasnya dengan sangat baik. Di mulai dengan keberangkatan yang tepat waktu ditambah lagi dengan snack selama penerbangan, sangat memuaskan.

Sesampainya di sana saya mendapatkan pelayanan yang tak kalah baiknya. Rekan-rekan ATC, para pejabat, KACAB PT Persero Angkasa Pura cabang Bandara Sultan Iskandar Muda yang sangat ramah dalam menyambut saya.
Tak lupa adik-adik yang menjalani OJT, serta yang kalah sibuknya (Adinda Romi) yang selalu mengantarkan saya kemanapun saya pergi selama di sana. Hampir saja lupa (Mas Ikram) yang sibuk mencarikan tiket untuk kepulangan saya.

Ketika pulang, saya memilih untuk menggunakan jasa transportasi darat karena selama ini saya belum pernah melakukannya. Katanya, angkutan bus ACEH-MEDAN adalah yang “terbaik” di Sumatera. Saya ingin membuktikannya.Perjalanan pulang dimulai pada pukul 21.00 WIB. Selama perjalanan saya tidak dapat tidur, mungkin karena kondisi tubuh yang sedang tidak fit (alias pusing), bukan karena busnya lho. Untuk mengobati atau menghibur, saya mengaktifkan GPS yang sudah saya install di handpone. Dengan GPS ini saya dapat mengetahui semua lokasi yang dilalui walaupun semuanya gelap. Semuanya diketahui baik itu nama jalan, lokasi, tempat hiburan, SPBU dan perkiraan waktu (estimate) sampai di medan serta masih banyak informasi lainnya.
GPS ini berhasil saya instal pada HP saya yang mempunyai OS windows mobile 6.1. Saya memanfaatkan peta navigasi gratisan dari internet. Programnya saya ambil dari internet dengan free. Jasa satelitnyapun free. Hal ikhwal GPS maupun gadget ini akan dibahas dalam postingan khusus, sabar ya.

Alhamdulillah, pada jam 06.00 wib saya sampai di Kampung Lalang (Medan).Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu perjalanan ini. Semoga Allah membalas semua kebaikan anda

Tambahan judul di atas (Hadiah Perekat Jiwa) diambil dari buku Ayat-Ayat Cinta hal 111. Mungkin ada kesamaan ceritanya, he he.

“Ya Allah, berikanlah keberkahan atas umurku. Jadikan sisa hidupku bermanfaat. Amiin.”

Saya adalah orang yang  tidak pernah merayakan yang namanya ulang tahun. Bagi saya semua hari itu adalah sama. Dengan bertambahnya hari maka semakin berkuranglah jatah hidup di dunia ini.  Maka doa di atas saya tuliskan di halaman Facebook kemarin.  Mudah-mudahan Allah menjadikan hidup ini bermakna.

Mungkin karena di halaman Facebook ini memuat tanggal lahir, maka banyak sekali (versi saya) pesan dan komentar yang masuk. Semuanya berupa doa dan harapan mereka. Semuanya mengandung kebaikan buat saya. Thanks All.

SMS cintapun mengalir dari orang yang kusayangi. Isinya tak akan dituliskan di sini (maaf ya).  Pokoknya, I LOve You All.

Kemarin juga, jam 17.30. Ketika selesai mengajar ADC praktek, tiba-tiba para taruna/taruni menyiapkan pesta untuk saya (jadi terkejut). Dengan menyiapkan kue dan sebuah hadiah. Mereka dengan semangat sekali melakukannya. Saya cuma bisa mengatakan terima kasih dan menyampaikan bahwa dengan semangat sama atau mungkin lebih, mereka dapat menyelesaikan ujian akhir semester II minggu depan. Amiin.

Untuk semua teman-temanku, keluargaku, anak-anakku, istriku dan murid-muridku. Terima kasih.  Apapun yang kalian lakukan semakin merekatkan jiwa kita.

“Ya Allah, berikanlah keberkahan atas umurku. Jadikan sisa hidupku bermanfaat. Amiin.”

Pada hari sabtu yang lalu, tepatnya tanggal 16 Mei 2009, sekolah Faruq (TK Bunayya 1) mengadakan kegiatan Outbond Bumi Perkemahan Sibolangit.

Berikut ini dokumentasinya

16-05-09_1155Faruq bersama bu guru

nih video faruq berjalan

16-05-09_1204jaring laba-laba, “sempit”

(lebih…)

“The Sky is a Vast Place, but There’s no Room for Error”

Slogan atau motto dalam bahasa Inggris di atas tidaklah asing  bagi rekan-rekan insan penerbangan, sampai-sampai  tulisan ini di pajang di lapangan kantor saya (ATKP Medan, red).  Saya yakin, di setiap sekolah penerbangan baik itu STPI, balai diklat maupun ATKP lainnya tulisan ini juga menjadi “kalimat sakti”.

Apakah maksud tulisan di atas?

Maaf, Sekedar untuk mengingatkan bagi  yang belum memahami, maksudnya adalah bahwa angkasa itu wilayah yang luas, namun tidak boleh ada kesalahan (saya serius nih, red), he he.

Apa yang melatarbelakangi saya menulis postingan ini?

Kemarin, saya  mendapatkan tugas untuk mengunjungi bandara X di pulau Sumatera. Bandara ini dikelola oleh BUMN X. Banyak hal yang saya peroleh dari sana. Rekan-rekan di sana sangat bersahabat, ramah dan sangat membantu apa yang saya butuhkan selama di sana. Ketika saya mengunjungi TOWER (menara pengawas lalu lintas udara, red), terlihat bahwa rekan-rekan bekerja dengan sangat tekun dan penuh tanggung jawab, jadi kagum.

Mereka mampu melakukan tugas dengan baik walaupun dengan fasilitas seadanya. Catatan yang saya peroleh dari hasil pengamatan saya adalah terlihat wind indicator baik itu speed maupun direction tidak berfungsi sama sekali. Sehingga informasi yang disampaikan kepada pilot saat take off maupun landing adalah QAM (laporan cuaca) dari BMG yang notabenenya adalah laporan untuk setiap 30 menit. Sehingga hal ini tidaklah begitu akurat, karena pada prinsipnya angin itu dapat berubah sewaktu-waktu tanpa harus menunggu selama 30 menit, he he.

Hal di atas sangatlah riskan, memang selama ini belum ada masalah. Tapi ingat, setiap kejadian yang beresiko baik itu kecil maupun besar selalu dimulai dari kesalahan baik itu kecil maupun besar. Jadi, inga… inga sebelum terlambat……! (seperti pilpres saja, red), he he.

Sudah banyak terjadi kecelakaan penerbangan, apa masih mau ditambah? (pertanyaan untuk  siapa ya? bingung) Atau mungkin sudah lupa dengan motto di atas, he he.

Keadaan fasilitas penerbangan yang demikian tersebut baru satu bandara yang saya ketahui, saya tidak mengetahui apakah ada di bandara lainnya (ayo jawab rekan-rekan di bandara lain, red).

Namun akhirnya, Saya hanya bisa kagum  buat rekan-rekan ATC di manapun berada.  Mereka mampu bekerja dengan baik walaupun dengan banyak keluhan.

Mudah-mudahan di suatu saat kelak mereka mampu bekerja dengan sangat nyaman baik itu dari kenyamanan menjalankan tugas maupun kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari.

Terima kasih ATC-ku atas darma baktimu. Banyak orang berhutang budi kepadamu semoga Allah membalas jasa-jasamu. “Ya Allah, Kabulkanlah permohonan kami ini, Amiin”.

“Ayo Sayangi ATC-ku, ATC-mu, ATC kita semua”

“Biarkan saja mereka, nanti juga mereka akan meninggalkan kita. Nimati saja. Suatu saat kita akan merindukan saat ini”, kata Bunda Faruq. (kutipan sehari-hari di rumah). Dialog ini ditujukan buat saya ketika kesal atau marah kepada anak-anak di rumah. Saya menjadi malu jika teringat apa yang dikatakan oleh istri.

Saya bangga melihat mereka. Kalau dibandingkan dengan senior-seniornya, memang mereka masih tampak “norak”, tidak percaya diri, serba ragu-ragu dan takut-takut. Namun dibalik wajah-wajah “kampung” itu, saya melihat proyeksi masa depan mereka yang cukup cerah. Saya melihat wajah-wajah pemimpin dunia penerbangan masa depan di wajah-wajah mereka, dan itu membuat saya bangga. Sebagai dosen di STPI, saya bangga, karena suatu saat kelak saya pasti akan dapat menunjuk salah satu pemimpin dunia penerbangan di negeri ini sambil berkata “Dia adalah muridku, yang dulu waktu masuk STPI tampangnya jelek.” Insyaallah. kutipan dari http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2007/09/taruna-baru.html. Beliau adalah salah seorang dosen ketika saya masih mengikuti pendidikan di Curug dulu.

Banyak sekali, mungkin (mudah-mudahan tidak, red) kita semua merasa tidak nyaman dengan kondisi yang sedang dialami. Saya menuliskan postingan ini terinspirasi dari kehidupan sehari-hari sebagai pembelajaran di kala kesabaran itu mulai menjauh dari genggaman.

Prolog di atas mengingatkan saya bahwa apa yang kita anggap masalah  pada saat ini, suatu saat itu bisa menjadi kenangan yang ingin kita ulangi (kita tidak akan mendapatkan kesempatan kedua).   Katanya nikmati saja proses yang kita hadapi sekarang ini, ternyata itu tidaklah  mudah.

(lebih…)

Dalam rangka persiapan penyelenggaraan Diploma III Penilik Lalu Lintas Udara di ATKP Medan tahun ini, telah diadakan ATC Instructor Coaching dengan moderator Mr. Aminarno Budi Pradana. Adapun pesertanya berasal dari ATKP Medan dan ATC-er Bandara Polonia Medan.

coaching500
(lebih…)

HOT INFO    untuk hasil seleksi akademik klik di http://julfan.wordpress.com/2009/06/30/pengumuman-hasil-seleksi-akademik-sipencatar-dephub-2009/

P E N G U M U M A N

Nomor : DL.107/D.96/II/Diklat-09
TENTANG

PENERIMAAN TARUNA BARU PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PERHUBUNGAN

TAHUN AKADEMIK 2009

Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan pada Tahun Akademik 2009 Menerima para pemuda/pemudi Warga Negara Indonesia untuk didik menjadi Taruna/ Taruni Diklat Perhubungan dalam berbagai program sebagai berikut :

Untuk Informasi Selengkapnya klik di sini

Alhamdulillah, setelah mendownload file instalasinya lebih dari 10 jam lamanya dengan menggunakan Download Accelerator versi 8, akhirnya saya berhasil mendapatkan Ubuntu Me (Muslim Edition) versi 8.10. File instalasinya sebesar 2,78 Gb. Jumlah yang besar bukan? Namun dengan kestabilan jaringan internet dan DAP itu sendiri, hal tersebut tidaklah menjadi masalah.

Kenapa Mencoba Ubuntu?

Pertama-tama hal ini bukanlah unsur kesengajaan. Saya mempunyai masalah dengan flashdisk write protected error. Semua cara sudah dilakukan. Akhirnya browsing di internet bagaimana cara mengatasinya. Hampir Semua cara selalu dengan dengan DOS command di windows kecuali ada satu cara dengan ubuntu. Singkat cerita, membaca lebih dalam tentang ubuntu dan akhirnya menemukan ubuntu me ini. Banyak sekali fitur yang ditawarkan, terutama sofware islami.

Untuk lebih jelas mengenai ubuntu klik di sini

Akhirnya saya belum menemukan solusi untuk flashdisk tersebut karena terlena dengan ubuntu me ini.

Tulisan inipun ditulis dengan Ubuntu.

he he he.

Sudah ya, saya mau mencoba ubuntu lagi.

di bawah ini ada screenshot ubuntu saya eeh me.

tampilanubuntu8101

(Jakarta, 17/12 /08)   Sekitar 70 persen meteri UU Penerbangan yang baru disahkan dengan DPR RI (17/12) mengatur dan berorientasi tentang keselamatan (safety) dan keamanan Penerbangan. Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Perhubungan Udara, Dephub  Budhi Mulyawan Suyitno, yang lebih lanjut menjelaskan bahwa pengaturan masalah keselamatan di dalam UU Penerbangan tersebut merupakan   hasil adopsi  “Cape Town Convention”.

Dominannya pengaturan masalah keselamatan dalam UU Penerbangan yang baru ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah RI dalam dalam hal penegakan keselamatan penerbangan. Diharapkan hal ini sekaligus dapat menjawab keraguan pihak tertentu seperti  Masyarakat Uni Eropa (EU) tentang  komitemen regulator di Indonesia dalam hal pengaturan keselamatan penerbangan.

Selain masalah keselamatan secara  kelembagaan  UU  yang baru  itu  juga  mengatur  secara  tegas  soal  Pendapatan Negara  Bukan  Pajak  (PNBP)  yang selama  ini dikelola  oleh  masing-masing   pengelola  bandara  (Angkasa  Pura  I  dan II  maupun Unit Pelaksana  Tehnik (UPT). Menurut Budhi, dana  PNBP  itu  akan  dikelola  secara  profesional  untuk  kepentingan keselamatan  penerbangan.   Sementara itu, untuk  bandara  perintis,  akan  dikelola  langsung  regulator   melalui  pembentukan  lembaga   baru  seperti   Badan  Layanan Umum  (BLU).

BLU  yang   telah dipayungi  UU Penerbangan  itu  akan  berdiri  independen   termasuk  soal pengelolaan  perijinan  pengoperasian  pesawat  yang selama  ini ditangani  Direktorat Sertifikasi dan Kelaikan Udara,  kini bernama Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKU&PPU).  “Seluruh  biaya  yang  dipungut   dari   maskapai penerbangan  untuk pengurusan  ijin  akan  langsung dimasukan  dalam  PNBP,” katanya.

Oleh karena itu, Budhi mengharapkan, pengawasan yang ketat  dan  payung  hukum  yang jelas  itu  pada  akhirnya  bukan  saja  membangun  satu industri penerbangan  yang  disegani  dan dihormati  di dunia  internasional  tapi  juga  melindungi  masyarakat, khususnya para  pemakai  jasa.  “Karena  itu, maskapai penerbangan  bukan hanya  bisa  mendirikan perusahaan, tapi juga siap  modal  dan  manajemen  yang handal,  sehingga  mampu bersaing  dan  dapat  memberikan pelayanan  maksimal,”  katanya.

Peluang Merger
Budhi juga merinci, pasal 118 UU penerbangan memang secara tegas dikatakan seluruh maskapai penerbangan yang baru  maupun  lama,  minimal  menguasai  10  unit  pesawat.  Diantaranya,  lima  unit pesawat  langsung  dimiliki  dan lima  lainnya  dikuasai (sewa).

Oleh karenanya, maskapai penerbangan yang sudah  mendapatkan ijin  tapi  belum juga  beroperasi karena  terbatasnya  modal  dianjurkan  segera  merger  dengan  mitranya. “Daripada  nanti tidak  memenuhi  persyaratan sesuai peraturan yang berlaku  dan  SIUP-nya  dicabut,  akan lebih  baik mereka  merger,” tegas  Budhi.

Selain itu, kata  Budhi, nantinya  seluruh   SDM  yang  memiliki  posisi  strategis  di perusahaan   penerbangan  itu  wajib  memiliki  sertifikasi  dari  berbagai keahlian.  “Ini merupaakan salah satu  bentuk  pengawasan  dan  untuk melindungi  konsumen,” katanya. (ES)